Generasi Muda di Era Cyber

By toha on June 10, 2010

Era cyber adalah era dimana kemajuan teknologi informasi begitu pesat. Ditandai dengan maraknya warnet di berbagai wilayah dari perkotaan hingga pelosok desa. Ya, internet tumbuh menjamur dan sudah menjadi bagian hidup masyarakat kita saat ini. Di negara maju, internet saja telah dimasukkan ke dalam komponen utama komputer termasuk yang lainnya adalah hardware (perangkat keras), software (perangkat lunak), dan brainware (manusia). Beda dengan negara kita, di Indonesia cukup ada 3 komponen (hardware-software-brainware) sudah dikatakan komputer dapat berfungsi dengan baik.

Indonesia sudah mulai mengejar ketertinggalan itu. Di awal tahun 2000-an, jaman saya masih SMA, untuk mengakses internet dari warnet masihlah sangat mahal yaitu berkisar antara 8 sampai 10 ribu rupiah per jam! Warnet pun adanya hanya di kota besar. PT Telkom waktu itu turut berperan dalam transformasi internet Indonesia. Diawali dengan adanya layanan koneksi dial-up internet yang dapat dinikmati oleh pelanggan telpon rumahan hingga layanan koneksi internet super cepat broadband Speedy seperti yang dapat kita nikmati sekarang ini.

Internet memungkinkan dua komputer atau lebih dalam menjalin hubungan komunikasi di seluruh dunia. Informasi yang dapat kita peroleh sangatlah banyak. Hanya saja kita harus pandai-pandai dalam memilihnya. Ibarat pedang bermata dua, ada kebaikan dan keburukan di dunia maya ini. Pornografi, pornoaksi, gambling, jual beli narkoba merupakan beberapa hal buruk yang ada di internet. Tidak ada yang dapat menghentikan itu, karena tidak ada hukum di rimba maya ini. Namun untunglah pada akhir Maret 2008 pemerintah telah mengesahkan UU ITE yang diharapkan mampu menjerat pelaku pelanggaran konten internet dan tindakan kejahatan lainnya di dunia maya.

Dari adanya kecanggihan teknologi itu, seperti apa yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan dalam media yaitu kasus video porno yang mengaitkan Cut Tari – Ariel Peterpan – Luna Maya dimana videonya tersebar ke internet dan tentulah hal yang membuat kita miris karena video itu menjadi konsumsi di kalangan pelajar! Sampai Pak Nuh, Mendiknas, mendukung penuh diadakannya razia HP siswa. Itu sisi negatifnya dari teknologi. Budaya nenek moyang kita bak luntur terkikis oleh arus modernisasi global.

Namun dari beberapa hal negatif, tentulah banyak sekali manfaat yang dapat kita ambil dari internet. Kegiatan bersosialisasi, bersilaturahmi, berhubungan dengan saudara/famili/teman yang jauh di luar daerah tentunya akan sangat membantu. Bagaikan tak kenal jarak, ibarat ngobrol.. orangnya ada di depan kita. Hardware juga makin maju, webcam, headset, dan teknologi perangkat keras lainnya. Bagi pelajar/mahasiswa maupun guru/dosen, internet sangatlah dibutuhkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Sumber dari buku saja tidaklah cukup. Pernyataan bahwa satu-satunya jalan pintar adalah dengan membaca buku terpatahkan. Internet memang segalanya.. Bahkan saya mengakui, bahwa guru sejati saya adalah internet.. melalui bantuan search engine favorit saya.. Google :)

Pelajar, generasi muda yang dipersiapkan memimpin bangsa. Memimpin roda perekonomian nantinya. Melanjutkan estafet perjuangan pembangunan di segala lini kehidupan. Di tangan merekalah kemana bangsa ini akan dibawa. Jika dengan iming-iming konten tidak bertanggung jawab dari internet mereka lakukan terus menerus, ini akan merusak kepribadian mereka. Belajar kacau. Tidur kurang. Di kelas tidur. Itulah negatifnya internet!

Pelajar saat ini juga banyak yang melakukan hal-hal kurang baik. Mereka lebih suka memfoto diri mereka melalui HP miliknya. Sah-sah saja mereka memfoto atau mengabadikan dengan alat tersebut. Tapi kalau sampai pose-pose mereka sudah terupload ke internet, bukan tidak mungkin akan disalahgunakan oleh orang lain meskipun pose tersebut tidak vulgar. Semua image/gambar dalam bentuk digital bisa diubah dengan mudah oleh software pengolah gambar. Hal itu sangat mungkin. Makanya pesan saya buat para pelajar maupun semuanya saja… janganlah kalian sampai bugil di depan kamera! Hal ini tentunya akan merusak masa depan kalian sendiri.

Game online.. game yang membuat pelajar ketagihan hingga tidak mau makan, malas untuk pulang, menghabiskan uang, tidak mau beranjak dari tempat duduk karena keasyikannya. Sebenarnya game sangatlah baik untuk melatih kecerdasan, melatih strategi, dan melatih manajemen. Selain itu tentunya juga menyegarkan pikiran. Game online dimainkan dengan menggunakan koneksi internet. Biasanya game ini tidak ada habisnya dan akan terus dapat tumbuh karakter akun yang dimainkan selama dimainkan terus-menerus. Inilah yang kurang baik dari game online. Orang tua harus pandai-pandai memilih game mana yang baik buat anaknya dan game overnya tidak terlalu lama. Speedy menyuguhkan Counter Strike multiplayer, hal ini bagus karena ada ending gamenya. Beda dengan game tetangga sebelah.. Setiap selesai akan ada tambahan experience dan seterusnya hingga pangkatnya naik. Ini yang akan terus dikejar oleh pemain. Menurut saya, game yang paling baik dimainkan adalah game offline. Dengan ini, orang tua tidak perlu was-was karena kepuasan tertinggi si anak hanya akan berakhir setelah game tersebut berakhir. Mau offline atau online.. pilih yang baik, yang bisa mengasah skill, kejelian, dan bakat lainnya.

Demikian tulisan ini saya buat di sela-sela saya menunggu para peserta ujian akhir sekolah pagi ini dengan menggunakan HP mungil saya. Semoga bermanfaat.

One Response to “Generasi Muda di Era Cyber”

  1. Ogrzewanie says:

    Hello there! I only would like to provide an enormous thumbs upwards for that great files you should have right here about this post. I could become returning in your website for extra shortly.

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons